Komoditas & Perkebunan Daerah

Petani Kopi Papandayan Garut Catat Kenaikan Kualitas Panen Arabika Specialty: Tembus Score Cupping 86

Kelompok tani dan roastery kopi lereng Gunung Papandayan Garut berhasil meningkatkan standar petik merah dan fermentasi anaerobik, menghasilkan cita rasa kopi premium berdaya saing ekspor.

Petani Kopi Papandayan Garut Catat Kenaikan Kualitas Panen Arabika Specialty: Tembus Score Cupping 86

Kelompok tani kopi bersama pelaku usaha mikro roastery di kawasan lereng Gunung Papandayan dan Cisurupan, Kabupaten Garut, mencatatkan peningkatan signifikan pada hasil evaluasi mutu panen kopi Arabika musim petik akhir 2026. Melalui pendampingan teknik petik merah optimal dan standardisasi proses pascapanen fermentasi anaerobik terkontrol, kurasi cupping score resmi menembus angka 86,25 (grade specialty).

Capaian ini memperkuat posisi Kabupaten Garut sebagai salah satu produsen kopi Java Preanger terunggul di Indonesia. Sejumlah pengelola coffeeshop independen dan jaringan kedai kopi di Bandung serta Jakarta mulai mengikat kemitraan direct-trade (pembelian langsung) dengan kelompok tani binaan tanpa perantara, memberikan kepastian harga beli gabah kering yang lebih menguntungkan petani.

Pelaku industri kopi lokal berharap konsistensi mutu dan transparansi asal-usul (traceability) biji kopi Garut terus dijaga lewat sertifikasi Indikasi Geografis (IG), sehingga nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani pedesaan dan perajin roastery lokal Garut.

Sumber: Kelompok Tani Kopi Java Preanger Garut