Kelompok tani dan prosesor kopi arabika di kawasan lereng Kamojang, Samarang, dan Pasirwangi Kabupaten Garut mencatatkan pencapaian signifikan pada musim panen kuartal akhir 2026. Melalui perbaikan teknik pascapanen petik merah dan fermentasi terkontrol, biji kopi specialty Garut berhasil meraih skor cupping rata-rata di atas 84 poin yang langsung diserap jaringan rantai kedai kopi modern ternama di Bandung Raya dan Jabodetabek.
Kontrak pasok Business-to-Business (B2B) ini memberikan kepastian harga di tingkat petani lokal, yaitu Rp 115.000 hingga Rp 135.000 per kilogram green bean terstandarisasi. Langkah ini membebaskan petani dari fluktuasi harga pasar tengkulak dan menjamin stabilitas arus kas kelompok tani.
Dinas Pertanian Kabupaten Garut bersama komunitas barista lokal terus mendampingi sentra kopi lereng pegunungan untuk memperluas sertifikasi indikasi geografis serta melatih barista muda daerah. Keberhasilan hilirisasi kopi ini menjadi bukti nyata komoditas unggulan agribisnis Garut memiliki daya saing tinggi di pasar nasional tanpa harus bergantung pada penjualan biji mentah.






