Logistik dan Rantai Pasok

Pemprov Jawa Barat Buka Koridor Distribusi Cileunyi-Garut, Ongkos Kirim UMKM Turun 30%

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat mengoperasikan hub logistik bersama Cileunyi-Garut yang mengintegrasikan pengiriman kargo mikro, memangkas biaya ongkir UMKM Priangan Timur ke Jakarta dan sekitarnya.

Pemprov Jawa Barat Buka Koridor Distribusi Cileunyi-Garut, Ongkos Kirim UMKM Turun 30%

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kolaborasi BUMD Logistik dan Disperindag Jabar meresmikan Koridor Distribusi Terpadu Cileunyi-Garut-Tasikmalaya. Koridor ini dirancang untuk mengatasi masalah tingginya beban biaya pengiriman barang bagi perajin dan produsen makanan olahan di Priangan Timur yang selama ini mengandalkan tarif ekspedisi eceran konvensional.

Dengan skema konsolidasi muatan mikro (micro-hub pooling), pelaku UMKM di Garut dapat menitipkan paket barang hasil produksi mereka di titik drop-point resmi Garut Kota dan Leles. Muatan tersebut dikumpulkan dan diangkut menggunakan truk logistik dingin (cold storage) dan kargo darat harian langsung menuju pusat sortir Jabodetabek dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Uji coba selama dua pekan pertama menunjukkan penurunan biaya logistik rata-rata hingga 28 sampai 32 persen per kilogram dibandingkan tarif reguler. Hal ini membuat harga jual produk Garut di lokapasar nasional menjadi jauh lebih kompetitif dan memiliki margin keuntungan yang lebih sehat bagi produsen lokal.

Selain pengiriman bahan jadi, koridor ini juga melayani suplai bahan baku industri dari sentra pabrik di Bandung dan Karawang menuju Garut, memastikan stabilitas stok bahan penolong bagi industri garmen, sepatu kulit, dan kemasan karton pangan.

Sumber: Disperindag Jawa Barat