Komoditas & Pasar Ekspor

Kopi Arabika Papandayan Garut Tembus Kontrak Ekspor ke Eropa dan Timur Tengah

Koperasi petani kopi lereng Gunung Papandayan bersama jaringan roastery Garut membukukan kontrak ekspor perdana senilai Rp 4,2 miliar untuk pengiriman green bean specialty grade ke Belanda dan Uni Emirat Arab.

Kopi Arabika Papandayan Garut Tembus Kontrak Ekspor ke Eropa dan Timur Tengah

Biji kopi Arabika specialty asal lereng Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, kembali mencetak prestasi di kancah internasional. Konsorsium koperasi petani kopi Cisurupan dan Bayongbong, bekerja sama dengan pelaku roastery UMKM lokal Garut, resmi menandatangani kontrak ekspor green bean ke pasar Eropa (Belanda) dan Timur Tengah (Dubai, UEA) dengan total nilai kontrak perdana mencapai Rp 4,2 miliar.

Kopi Garut yang diekspor didominasi oleh varietas Typica dan Sigarar Utang yang ditanam pada ketinggian 1.300 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Keunggulan proses pascapanen terstandarisasi, mulai dari petik merah terpadu hingga metode pengolahan anaerobic natural dan honey process, menghasilkan profil seduhan dengan aroma rempah manis (sweet herbal) serta keasaman buah tropis yang konsisten.

Keberhasilan ekspor ini membuktikan bahwa produk pertanian rakyat Garut mampu memenuhi standar sertifikasi ketat pasar Uni Eropa, termasuk uji bebas residu pestisida dan prinsip pelestarian lingkungan (zero deforestation).

Langkah ekspor ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi generasi muda Garut untuk terjun ke rantai pasok agribisnis kopi, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Garut sebagai salah satu produsen kopi specialty terbaik di peta kopi dunia.

Sumber: Disperindag ESDM Garut