Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu percepatan pembebasan lahan dan konstruksi prioritas Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) segmen Gedebage hingga Garut. Aksesibilitas ruas tol strategis ini ditargetkan segera menjadi urat nadi pengiriman logistik utama yang menghubungkan klaster UMKM Priangan Timur menuju pelabuhan dan bandar udara internasional di Jawa Barat.
Keberadaan gerbang tol simpang susun di wilayah Garut diproyeksikan memangkas waktu tempuh armada kargo Garut-Bandung menjadi hanya 40-50 menit dari semula 2,5 hingga 4 jam pada jam padat. Penurunan waktu tempuh ini secara langsung menekan ongkos angkut komoditas holtikultura, kerajinan kulit Sukaregang, serta batik Garutan yang rutin dipasok ke sentra perdagangan Jawa Barat dan Jabodetabek.
BUMD logistik dan asosiasi penyedia jasa pengiriman di Jawa Barat telah menyiapkan rencana konsolidasi cold-chain dan pergudangan terpadu di sekitar exit tol guna menjamin efisiensi distribusi barang usaha mikro secara berkesinambungan.






