Kemitraan & Rantai Pasok

BUMD Jawa Barat Gandeng Koperasi UMKM Priangan Timur Amankan Pasokan Bahan Baku Industri Pangan

Kolaborasi strategis BUMD pangan Jawa Barat bersama konsorsium UMKM Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis menjamin kepastian serapan komoditas pertanian dan kelancaran bahan baku produsen olahan lokal.

BUMD Jawa Barat Gandeng Koperasi UMKM Priangan Timur Amankan Pasokan Bahan Baku Industri Pangan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BUMD sektor ketahanan pangan resmi memperluas jaringan kemitraan rantai pasok dengan menggandeng gabungan koperasi UMKM di wilayah Priangan Timur, meliputi Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Kemitraan ini dirancang untuk menciptakan stabilitas harga sekaligus mengamankan ketersediaan bahan baku bagi ribuan industri pengolahan pangan skala mikro dan kecil.

Dalam skema kerja sama ini, BUMD bertindak sebagai agregator dan off-taker siaga (standby buyer) bagi hasil panen cabai, bawang merah, tepung tapioka, dan daging ayam lokal. Dengan adanya kepastian serapan pada harga acuan yang wajar, produsen kuliner khas daerah seperti industri baso aci, dodol, dan keripik olahan di Garut tidak lagi rentan terhadap lonjakan fluktuasi harga bahan mentah musiman.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat menegaskan bahwa integrasi antara BUMD dan UMKM pangan merupakan pilar ketahanan ekonomi daerah dalam menekan laju inflasi daerah (TPID). Selain kepastian suplai fisik, kemitraan ini difasilitasi dengan platform logistik terpadu dan fasilitas resi gudang (warehouse receipt) yang terkoneksi langsung ke jalur distribusi intra-provinsi.

Bagi pelaku usaha kuliner Garut, jaminan kelancaran bahan baku berkualitas memungkinkan standarisasi mutu produksi yang lebih konsisten serta kapasitas pengiriman yang stabil untuk melayani pesanan pasar ritel modern di Bandung Raya dan Jabodetabek.

Sumber: Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat