Infrastruktur & Rantai Pasok

Hub Logistik Cileunyi-Garut Diperluas: Pangkas Ongkir Kargo UMKM 25% Menuju Jabodetabek

Pengoperasian pusat konsolidasi logistik Cileunyi-Garut memangkas ongkos angkut komoditas olahan pangan dan kriya Priangan Timur hingga 25 persen.

Hub Logistik Cileunyi-Garut Diperluas: Pangkas Ongkir Kargo UMKM 25% Menuju Jabodetabek

Konektivitas rantai pasok ekonomi mikro Priangan Timur menerima dorongan signifikan seiring diperluasnya Hub Logistik Konsolidasi Cileunyi-Garut. Fasilitas pergudangan terintegrasi dan pooling armada kargo dingin ini memfasilitasi pengiriman komoditas UMKM dari Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis menuju pasar utama Bandung Raya dan Jabodetabek.

Melalui sistem konsolidasi muatan terpusat, pelaku usaha kuliner oleh-oleh khas seperti dodol, baso aci instan, serta sayuran dataran tinggi tidak lagi perlu menyewa armada mandiri berbiaya tinggi. Skema muatan bersama (shared cargo) ini berhasil memangkas biaya operasional pengiriman harian (freight cost) hingga 25 persen dibanding tarif kargo ritel konvensional.

Hub logistik ini juga dilengkapi terminal pendingin (cold staging) sementara untuk memastikan komoditas pangan olahan tetap segar sebelum didistribusikan ke jaringan retail modern di Jakarta. Bagi pelaku UMKM Garut, efisiensi tarif pengiriman ini secara langsung memperluas margin keuntungan serta meningkatkan daya saing harga jual di pasar e-commerce.

Kerja sama lintas daerah ini ditargetkan mampu mengalirkan lebih dari 40 ton produk olahan UMKM Garut setiap minggunya ke pusat-pusat konsumsi regional Jawa Barat dan sekitarnya.

Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat