Kriya & Wastra Daerah

Batik Tulis Garutan Tembus Pasar Ekspor Jepang dan Korsel: Angkat Motif Warisan Ramah Lingkungan

Koperasi pengrajin batik tulis Garutan berhasil mengantongi kontrak ekspor menuju Tokyo dan Seoul berkat sertifikasi pewarna alami dan keunikan ragam hias motif bulu hayam.

Batik Tulis Garutan Tembus Pasar Ekspor Jepang dan Korsel: Angkat Motif Warisan Ramah Lingkungan

Kriya wastra tradisional Kabupaten Garut kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung perdagangan internasional. Koperasi pengrajin batik tulis Garutan resmi menandatangani kontrak ekspor berkelanjutan dengan kurator busana serta galeri tekstil terkemuka di Tokyo, Jepang dan Seoul, Korea Selatan.

Keberhasilan ekspor ini didorong oleh komitmen perajin lokal dalam mengadopsi standar pewarnaan alami ramah lingkungan (eco-friendly natural dyes). Ekstrak limbah kulit manggis, daun nila (indigofera), serta kayu tegeran lokal menghasilkan gradasi warna pastel khas Garutan seperti gumading (kuning gading muda) yang sangat diminati konsumen premium Asia Timur.

Motif khas seperti Lereng Ngibing, Bulu Hayam, dan Merak Ngibing dinilai kurator internasional memiliki filosofi harmoni alam yang selaras dengan tren sustainable fashion global. Pelaku usaha batik di sentra Tarogong Kaler dan Kota Kulon menyatakan pesanan awal sebanyak 1.500 lembar kain sutra batik tulis ini bernilai transaksi lebih dari Rp 1,8 miliar.

Untuk menjaga keaslian dan proteksi hak kekayaan intelektual (HAKI), setiap helai kain ekspor dilengkapi sertifikat digital yang mencantumkan nama maestro pembatik, wilayah produksi di Garut, dan uji ketahanan warna. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa wastra tradisi Garut mampu berdaya saing global tanpa kehilangan akar kearifan lokalnya.

Sumber: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut & Koperasi Batik Garutan