Banjir produk baja impor asal Tiongkok (China) ke pasar domestik Indonesia kini mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data asosiasi industri besi dan baja nasional, volume impor produk baja gulungan dingin dan lembaran baja lapis seng (BJLS) dari China telah menembus angka 2,07 juta ton. Dominasi ini membuat produk impor menguasai lebih dari 81% pangsa pasar BJLS nasional, menekan produsen domestik dan rantai pasok industri manufaktur di berbagai daerah.
Fenomena impor berlebih (dumping) dengan harga miring di bawah ongkos produksi lokal ini memicu efek domino yang luas. Di satu sisi, para pelaku usaha mikro dan bengkel las daerah sempat tergiur dengan harga bahan baku yang lebih murah di pasar grosir. Namun di sisi lain, ketidakpastian mutu dan ketebalan material impor yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) menimbulkan risiko kegagalan struktur pada proyek konstruksi bangunan, pagar, dan kanopi perumahan.
Dukung Operasional Bisnis & UMKM Anda dengan Koneksi Cepat Tanpa Batas Kuota
Internet serat optik stabil untuk kasir digital, live streaming jualan produk, dan komunikasi WhatsApp pelanggan tanpa putus.
Bagi ekosistem industri logam dan manufaktur di Jawa Barat, termasuk sentra-sentra pengerjaan logam dan perbengkelan lokal di Garut, maraknya baja impor tanpa kontrol mutu mengancam keberlanjutan bengkel fabrikasi lokal yang selama ini berkomitmen menggunakan material berstandar SNI resmi. Asosiasi industri kini secara resmi mendesak Kementerian Perindustrian dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) untuk segera memperpanjang dan memperketat pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) serta pengetatan tata niaga impor di pelabuhan pintu masuk.
Melalui platform direktori dan kabar resmi UMKM Garut, para pelaku jasa las, konstruksi baja ringan, dan bengkel permesinan di Garut dihimbau untuk tetap menjaga kredibilitas dan keselamatan konsumen dengan memprioritaskan material bersertifikat SNI resmi. Portal umkmgarut.id berkomitmen memfasilitasi verifikasi legalitas dan mutu jasa pertukangan lokal agar mendapatkan kepercayaan penuh dari konsumen dan pengembang properti daerah.



